Sawi Hijau (Brassica rapa)

Apr 16

Setelah bayam bicolor, raised bed kedua berisi sawi hijau. Ayah saya suka sekali sawi hijau, makanya kami tanam banyak. Ini juga kasusnya sama, asal tebar, hasilnya jadi kruwel-kruwel bergerombol dan imut-imut, sebab memang sengaja akan dipanen saat masih muda, lebih manis. Tapi sebaiknya jangan tiru cara menanam kami seperti ini ya, bagusnya diberi jarak, sebab kalau bergerombol dempet-dempetan gitu kurang bagus untuk distribusi nutrisi. Tanaman bisa berebutan, sama kayak kita kalo lagi desak-desakan di pasar kan jadi sesak :P

Sawi hijau (Brassica rapa) mudah tumbuh di daerah dingin maupun panas dan perawatannya juga tidak sulit. Cukup disiram rutin dan diberi pupuk cair dari MOL, sayur ini bisa tumbuh subur. Sawi Hijau mengandung protein, karbohidrat, kalsium, fosfor, zat besi, dan vitamin A, B1, C. Sawi hijau pada praktiknya bisa mengendalikan kolesterol dan mengurangi berat badan, juga melawan radikal bebas dan infeksi virus. Selain itu, sawi juga memiliki manfaat lain yang sangat banyak untuk kesehatan. Tapi, berdasarkan literatur yang saya baca, sawi tidak dianjurkan dikonsumsi banyak oleh penderita ginjal karena sawi mengandung oksalat yang bisa menyebabkan batu ginjal. (sumber: hadapiningratu.staff.ub.ac.id)

Nah, ini penampakan sawi kami. Siapa tau jadi penyemangat buat teman-teman yang mau menanam sayuran di rumah.

semaian sawi hijau

semaian sawi hijau

sawi sudah besar

sawi sudah besar

panen sawi hijau

panen sawi hijau

Tadinya saya mau tunggu beberapa sampai tua buat diambil bijinya, kepingin liat bunganya, tapi akhirnya kita panen semua buat dibagi-bagikan ke sodara. Nah, tempat tidur si sawi sekarang sedang kosong dan rencananya mau saya tanamin sawi lagi, tentunya dengan jarak, mirip square foot gardening biar bisa besar-besar sawinya kayak di pasar.

Sawi yang kita tanam sendiri saat dimasak memiliki rasa dan tekstur berbeda dengan yang kita beli di pasar. Teksturnya lebih gurih, krenyes-krenyes, dan rasanya lebih manis dan legit. Terasa sekali perbedaannya. Gimana ga beda ya, kita masaknya langsung segar-segar setelah dicabut dari raised bed, tanpa pestisida dan pupuk kimia. Alhamdulillaah…

advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>