Bawang Merah

Sep 29

Sebelum berkutat dengan pekerjaan demi pekerjaan, saya ingin cerita tentang si bawang merah dulu. Maklumlah, namanya juga bukan karyawan, belum passive income pula, jadi bawaannya pengen kerjaaaa mulu menyelesaikan kerjaan supaya segera bersantai ria. Yaaa walaupun weekend, saya mau ga mau harus memaksa diri untuk menyelesaikannya supaya tidak bertumpuk (efek dari suka menunda-nunda), soalnya “to do list” seminggu ke depan itu buanyaknya bukan main.

Kembali ke bawang merah. Mungkin teman-teman bertanya-tanya kali, ya, ngapain sih repot-repot nanem bawang merah? Di pasar ada banyak, tinggal beli, simple, kan? Awalnya itu ga sengaja sebenarnya. Demam berkebun dalam diri saya itu kumatnya akut, racunnya merasuk sampai ke qolbu (lebay), jadi kalau ada ngeliat bibit tanaman nganggur dikittt aja, langsung deh sinyalnya naik dan bergegas memikirkan, “Bisa ga ya ditanam nih?” :P

Nah, berangkat dari rasa ingin tahu bagaimana para petani bawang merah itu menanam bawang, plus…kebetulan ada bawang merah dari pasar yang ternyata keluar daunnya dikit, ya sudah saya tancep aja itu bawang merah ke pot, satu siung berharap bisa jadi banyak, trus dipanen daunnya, trus dipanen bawangnya, trus ditanem lagi jadi banyak lagiii… :D

Dan… eng ing eng… alhamdulillaah…ternyata bisa banyak, sodara-sodara! *ndeso* Ini nih foto-fotonya hihi…

Menanam Bibit Bawang Merah

Beberapa hari setelah tanam umbi

Bawang Merah Mentah

Bawang merah mentah warnanya putih

Bawang Merah Matang

Bawang Merah Matang

Bawang Merah Dewasa

Bawang merah sudah lebat

Bunga Bawang Merah

bunga bawang merah
yang kuning-kuning kecil itu calon biji

panen bawang merah

panen bawang merah

Dari mulai tanam sampai umbinya jadi banyak itu butuh waktu minimal 1,5-2 bulan. Kalau mau umbinya besar-besar maksimal bisa lebih dari 2 bulan. Lumayan sih ya nunggunya, saya jadi kebayang bagaimana para petani bawang merah itu mengurusi kebunnya yang luas. Makanya, setelah tahu cara menanam bawang merah, kita jadi lebih menghargai bawang merah dan ga membuang-buangnya secara sepele.

Tadi malam saya juga melihat foto bawang merah teman saya. Beliau tanamnya di pot-pot kecil, rapiiii bener deh. Beda sama punya saya yang daunnya ngelancir ga tentu arah haha. Mungkin karena jarang saya pangkas ya…

Kalau masak butuh daun bawang, saya tinggal ambil aja daun bawang merah ini, lumayan. Umbinya tadi keburu saya cabut buat dipanen. Eh setelah dilihat ayah saya, ternyata kata beliau bawangnya masih bisa besar lagi, terlalu cepat dipanen. Untung cuma satu bonggolan aja tadi yang dicabut, yang lain masih banyak. Sedangkan bunganya, tadi sudah saya petik dan ambil bijinya. Ternyata biji bawang merah itu halus-halus, sama halusnya seperti seledri. Bijinya ada di ujung jarum-jarum bunganya, warnanya kuning, kalau sudah matang berwarna coklat. Saya ga tau istilahnya, apa sama dengan serbuk sari atau ngga, yang pasti kalau biji kan biasa di kepala putik ya. Rencana mau saya semai, pengen lihat hasilnya kalau dari biji hehe…

biji bawang merah dari bunga yang sudah kering

bibit bawang merah dari kebun belakang

Dari yang sudah-sudah, berikut beberapa tips menanam bawang merah:

  • Menanam bawang merah (kata teman) sebaiknya dari siung/umbi bawang merah. Dari satu siung bisa menjadi multiple alias banyak siung. Kalau dari biji biasanya umbinya hanya akan terbentuk satu siung bawang tunggal saja, jadi lebih sedikit produksinya.
  • Agar bawang merah cepat keluar tunas, umbi yang mau ditanam sebaiknya dipotong 1/4 di bagian atas. Ini akan membuat tunas lebih cepat keluar dibanding kalau ga dipotong. Punya saya ga dipotong makanya lama. Next time saya mau coba dipotong begini.
  • Saat menancapkan umbi bawang merah, sebaiknya jangan sampai terbenam seluruhnya, sisakan dikit bagian atasnya kira-kira 1/3 agar bawang tidak mudah busuk
  • Bawang merah lebih bagus ditanam di wadah yang lebar dan tidak terlalu dalam. Jangan lupa kasih lubang di bagian bawah pot untuk mengeluarkan air berlebih
  • Bawang merah tidak suka media tanam yang becek karena umbinya bisa mudah busuk. Usahakan lembab biasa saja, tidak kering pula.
  • Letakkan pot di tempat yang terkena cahaya matahari langsung karena bawang merah suka panas.
  • Rajin-rajin memangkas daunnya agar perkembangan umbi lebih bagus. Daun bawang merah bisa dimanfaatkan seperti daun bawang umumnya
  • Kalau sudah waktunya panen, cabut saja seluruh tanamannya. Kalau mau menanamnya lagi, sisakan satu bonggol umbi agar dia berkembang lagi.

Asyik, kan? Bisa panen bawang merah dan daunnya dari halaman sendiri. Ayo dicoba! :D

advertisement

4 komentar

  1. waah seneng nemu juga tambahan info bertanam bawang merah! Saya lagi tanam di pot. Awalnya terpaksa nanam krn di sini (cina) hampir ngga ada bawang merah (cuma pernah sekali dulu di wilayah cina utara ada satu pasar yg jual, nemunya ngga sengaja tuh.

    tips2 diatas ngebantu banget, foto penampakannya jg, itu semua yg lg saya butuhin saat ini.

    total ada 3 pot saya tanam dari umbi (hasil nitip teman sesama indo disini yg baru balik dari indo). Pertumbuhannya cepet banget setelah bawang bertunas dan diceblok ke tanah. Skrg daun2nya udah tinggi tp saya gak tau apa perlu di pangkas, trus brp lama lagi musti nunggu. Wah dari sini jd tau deh kalo say a musti sabar nunggu sampe maks 2 bulan, waahh.. moga2 subur makmur deh…

  2. wah membantu sekalee ini infonya,aku ada lahan tanah rencana pgn ditanam bawang merah ya lumayan sih ukuran tanahnya skitar 37×13 m ,trus yang mau aku tnyain kok kayakny dsinggung mengenai pemumukan ya ,umur brapa kira kira ya?thx info n sharenya gan

    • Evyta Ar /

      sama-sama. untuk pemupukan, bisa dikasih sejak bawang sudah bertunas. siram ke media tanamnya. saya biasa pake pupuk organik cair dari kangkung atau mol nasi juga udah cukup. kasih seminggu dua kali dengan dosis encer.

  3. Wah, saya senang sekali waktu nemuin ini artikel soalnya saya salah satu kebun mania. Apa saja bahan-bahan sisa sayuran di dapur kalau bisa ditanam langsung saya ceblokin ke pot, kalau sudah tumbuh gak terasa girang banget sampe loncat2 hehehe :)
    Saya juga kepingin banget nanem bawang merah tapi belum kesampaian makanya ngeliat foto mbak yang bawangnya rame sempet bikin ane sumringah terus :D.
    Pernah coba sih nanem bawang putih, sudah keluar daunnya tapi umbinya kok gak nongol2 dan daunnya keburu kering jadi gagal deh panennya. baru tahu juga kalau nanem bawang, daunnya harus sering diambil ya mbak.. Nanti mau saya coba mbak, terima kasih sudah sharing :D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>