TIRAM dan TIMPUK: Tikar Ramah Lingkungan dari Bogor

Jul 25

Pernah mendengar kata tiram? Kalau jamur tiram pasti pernah, kan? Tapi, TIRAM yang dimaksud di sini bukan nama jamur lho, melainkan singkatan dari Tikar Ramah lingkungan, sebuah nama produk kerajinan dari industri rumahan di Bogor.

Dulu awalnya ketika disebut ‘tikar ramah lingkungan’, yang terlintas di benak saya sebelum diperlihatkan gambarnya adalah tikar berbahan biodegradable alias mudah terdegradasi (hancur) di alam, contohnya seperti tikar yang terbuat dari daun pandan, daun lontar, bambu, dan sebagainya, setidaknya itu yang biasanya orang-orang gunakan untuk membuat tikar ramah lingkungan. Ternyata, konsep ramah lingkungan yang dimaksud adalah ide bahannya yang terbuat dari daur ulang sisa-sisa material produksi pabrik yang memproduksi lemari plastik. Udah tergambar belum di kepala? Nih, saya kasih fotonya.

TIRAM - Tikar Ramah Lingkungan

TIRAM (Klik foto untuk memperbesar) – Credit: Popie Susanty

Foto di atas adalah pesanan saya dulu, tahun 2011. Sengaja saya ambil foto ini dari dokumentasi penjualnya saja, soalnya kalau saya yang foto sendiri tiram ini di rumah, nanti hasil fotonya ga keliatan cantik hehe…

Tikar ini saya beli dari seorang teman yang juga penggiat hijau, bu Popie, istri dari pak Achmad Siddik Thoha, pendiri Komunitas Pohon Inspirasi sekaligus penulis buku “Ketika Pohon Bersujud“.

Dulu saya membeli TIRAM ini karena banyak pertimbangan. Pertama, saya suka ide hijaunya yang cerdas dan kreatif, sebuah konsep daur ulang limbah produksi pabrik yang tidak semua orang akan terpikir untuk mengubahnya menjadi tikar. Kedua, modelnya yang cantik-cantik dan unik. Ketiga, bahannya tebal, tahan air, dan jahitannya rapi, yang tentunya tikar jadi ga mudah sobek, lapuk atau lepas seperti tikar anyaman pada umumnya. Keempat, ada tas beningnya yang cantik pula, bisa gampang membawanya, ga perlu repot. Kelima, karena saya butuh tikar seperti ini untuk dibawa-bawa kalau sedang pergi jalan-jalan ke tempat wisata terbuka. Biasanya kalau di tempat wisata kan suka ada yang nyewa-nyewain tikar atau alas duduk tuh, nah kalau saya sudah punya sendiri, kan lebih puas, selain lebar dan tebal, cantik lagi huhuhu…

Tikar ini berukuran 2,5m x 1,5m dan bertekstur. Motif di atas saya pilih karena warnanya lembut dan coraknya childish (saya dari dulu memang sukanya yang model-model childish begitu :P), berasa lebih ceria aja gitu suasana kalau motif ini. Motif lainnya juga banyak yang cantik-cantik, puas deh pokoknya kalau disuruh pilih-pilih.

Kalau TIMPUK beda lagi. Sebenarnya sama-sama tikar ramah lingkungan juga, hanya bedanya kalau TIMPUK itu ditambahkan busa supaya empuk, jadilah namanya TIMPUK alias Tiram Empuk. Baik TIRAM dan TIMPUK, keduanya bisa digunakan untuk outdoor maupun indoor. Kalau untuk anak-anak cocoknya TIMPUK karena lebih lembut dan empuk, jadi para ibu ga terlalu khawatir kalau mereka jatuh atau lompat sana-sini.

Ide tikar ramah lingkungan ini benar-benar kreatif menurut saya, sebab mereka mengubah sampah menjadi peluang usaha. Udah zero waste, dapat tambahan penghasilan pula, apa ga keren tuh?

Kalau di rumah kita ada sisa-sisa bahan sejenis atau kain perca, bisa juga dijadikan tikar ramah lingkungan untuk dipakai sendiri, lumayan kan bisa mengurangi sampah. Di rumah saya ada seplastik besar kain perca, tapi karena jumlahnya tidak cukup untuk dibuat tikar atau sprei, rencana nanti mau saya buat jadi sajadah atau tas saja ah :D

Catatan: Kalau pengen punya TIRAM seperti ini, bisa langsung ke link ini saja ya…atau langsung saja ke profil Facebooknya bu Popie, di sana lengkap model-modelnya :)

Salam hijau!

advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>