Membuat Pupuk Organik Cair (POC) dari Isi Perut Ikan

Jul 07

Lima hari yang lalu saya sudah membuat pupuk organik cair dari kepala dan kulit udang. Nah, kali ini giliran resep POC kedua dengan bahan utama isi perut ikan. Pasti tahu dong isi perut alias jeroan ikan? Biasanya kalau kita ingin masak ikan, isi perut ikannya kita buang terlebih dahulu, kan? Ternyata jeroan ikan itu pun berpotensi untuk dijadikan pupuk tanaman. Mungkin terdengar agak menjijikkan, ya? Tapi selagi sampah atau limbah sisa dapur kita bisa dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang lebih berguna, ga ada salahnya berani kotor sedikit :D

Cara membuat POC dari isi perut ikan ini tidak berbeda dengan POC kepala dan kulit udang. Tahap-tahapnya sama semua, jadi bisa dilihat di sini ya panduannya. Hanya saja kali ini saya tambahkan satu bahan lagi untuk uji coba, yaitu bonggol dan kulit pisang yang diblender bersamaan dengan jeroan ikan. Sebenarnya bonggol dan kulit pisang ini bisa kita tambahkan juga di POC kepala dan kulit udang, cuma kemarin itu saya tidak tahu informasi ini. Setelah diberitahu oleh teman, barulah saya praktikkan di POC jeroan ikan.

POC Jeroan Ikan

Jeroan ikan + Bonggol dan kulit pisang diblender

POC isi perut ikan

hasil blenderan bahan + EMx + gula

pupuk organik cair dari jeroan ikan

POC jeroan ikan dalam botol, siap untuk proses fermentasi

Ohya, tadinya larutan POC nya saya masukkan sampai seukuran gambar di atas, ternyata setelah beberapa jam proses fermentasi berlangsung, isi botol meluap sampai ke tutupnya, begitu dibuka jadi seperti mau muncrat isinya. Akhirnya saya masukkan sebagian isinya ke botol kosong sampai posisi batas larutan seperti gambar di bawah ini. Jadi, untuk yang ingin mencoba, nanti sebaiknya isi botolnya sampai batas 2/3 saja ya (atau kurang dikit), supaya kalau meluap tidak sampai meleduk :D

pupuk organik cair dari isi perut ikan

POC setelah 3 hari fermentasi

Dari dua percobaan antara pembuatan POC kepala dan kulit udang dengan POC jeroan ikan, ada beberapa perbedaan yang saya perhatikan:

  • Proses fermentasi POC jeroan ikan ternyata lebih cepat dibandingkan POC kepala dan kulit udang. Setelah 2 hari, yang jeroan ikan sudah keliatan lebih jernih dibanding yang udang dan gasnya juga tidak sebanyak POC kulit udang. Mungkin faktor jumlah bahan atau pengaruh bonggol pisang kali ya, saya juga ga terlalu paham (udah banyak lupa sama mata kuliah mikrobiologi di kampus dulu) :D
  • Kalau soal bau, baunya sama-sama menyengat huhu, tapi yang POC udang lebih mirip bau terasi busuk, kalau yang ikan masih nyata bau amis ikannya.
  • Warna POC kepala udang lebih oranye dibandingkan POC jeroan ikan yang coklat. Ini jelas faktor warna bahan.
  • Untuk efek aplikasi belum bisa saya cantumkan karena fermentasinya masih berlangsung, meskipun gas hasil fermentasi sudah tidak sebanyak hari-hari pertama.

Bagi yang berminat mencobanya dan berani kotor dan bau, mungkin tips di atas bisa dipraktikkan. Nanti akan saya update perkembangannya, terutama setelah aplikasi ke tanaman. Selamat mencoba!

advertisement

Satu Komentar

  1. tugiran /

    Thx ya mas tulisan SUANGAAATT bermanfaat … ditunggu karya berikutnya …. :))

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>