Membuat Pupuk Organik Cair (POC) dari Kepala dan Kulit Udang

Jul 02

Kita pasti pernah memasak udang di rumah kan? Nah, biasanya kepala dan kulitnya kita gunakan untuk membuat kaldu udang, setelah itu pasti kita buang. Tapi tahukah anda bahwa kepala dan kulit udang tersebut bisa kita manfaatkan kembali menjadi pupuk organik cair untuk tanaman? Resep pupuk ini saya dapat dari teman saya di grup tanaman di Facebook. Kebetulan hari ini saya berkesempatan membuat POC limbah udang ini karena tadi kami memasak udang sambal. Daripada terbuang percuma, alangkah lebih baik bila limbah udang itu kita olah kembali. Caranya ternyata sangat mudah dan tidak memerlukan biaya mahal. Yuk, kita lihat bagaimana membuatnya.

Bahan

  • Kepala dan kulit udang (beratnya terserah saja, tadi saya pakai limbah udang dari 1,5 kg udang segar)
  • Gula pasir atau gula merah
  • EMx atau MOL (EMx adalah Effective Microorganism, terdiri dari mikro organisme hidup yang berfungsi untuk menguraikan dan membantu proses fermentasi. Saya tadi pakai EM4 yang botol kuning. Kalau tidak ada EM4, bisa diganti dengan MOL. Cara membuat MOL bisa dibaca di sini)
  • Air

Cara Membuat

  • Kepala dan kulit udang diblender dengan air secukupnya sampai halus. Setiap blenderan, tambahkan 2 sendok makan gula pasir atau gula merah secukupnya.

    Kepala dan kulit udang diblender

  • Masukkan EMx atau MOL dengan takaran 10cc atau 2 sendok makan per 1 liter larutan limbah udang dan air. Aduk rata.

    setelah dicampur EM4 dan gula

  • Saatnya pemeraman. Cara pemeraman POC kepala udang ini ada dua, tergantung sumber mikro organisme yang kita gunakan.
    • Anaerob, bila menggunakan EMx. Mikro organisme dari EMx ini sifatnya anaerob alias tidak membutuhkan oksigen. Maka, masukkan larutan pupuk ke dalam botol atau jerigen, lalu tutup rapat. Setiap pagi dan sore buka tutupnya sekadar untuk mengeluarkan gas hasil fermentasi agar wadah botol tidak meledak, setelah itu tutup rapat kembali botolnya.
    • Aerob, bila menggunakan MOL. Mikro organisme dari MOL ini sifatnya aerob alias membutuhkan oksigen untuk melakukan fermentasi. Maka, masukkan larutan pupuk ke dalam botol, lalu tutup botolnya dibiarkan terbuka. Atau bisa juga tutupnya dilubangi kecil saja.

    Catatan: Sebaiknya botol/wadah jangan diisi sampai penuh dengan larutan POC, sisakan sedikit (kira-kira 1/3 bagian) ruang kosong, gunanya agar nanti ada ruang sedikit untuk proses fermentasi. Biasanya kalau proses fermentasi berlangsung, campuran akan membumbung di dalam botol, seperti air soda berbuih-buih. Kalau kita isi botol sampai penuh, cairan bisa meleduk kalau kita buka tutupnya. Jadi sisakan sedikit space kosong untuk ekspansi fermentasi hehe..

    Pemeraman

Setelah kira-kira 2-3 minggu atau paling lama sebulan (biasanya kalau proses fermentasi itu akan muncul gelembung-gelembung seperti air mendidih, nah kira-kira jika sudah tidak berbuih banyak lagi), pupuk organik cair dari kepala dan kulit udang ini sudah bisa digunakan. Baunya mirip bau terasi.

Saran Pemakaian

Untuk menggunakannya, campurkan satu bagian POC dengan 5 bagian air atau lebih, dan siramkan ke media tanaman. Atau langsung disiram tanpa diencerkan lagi pun sepertinya tidak apa-apa juga :D

Tips:

  • Sebagian teman di grup ada yang menambahkan potongan kulit jeruk nipis atau lemon ke dalam larutan pupuk agar aromanya lebih harum dan tidak terlalu menyengat bau terasi. Tapi ada juga yang bilang kalau minyak dari jeruk bisa menghambat proses fermentasi, hanya saja sebagian teman-teman yang mencoba ternyata berhasil juga, jadi tidak ada masalah. Terserah kita mau menambahkan kulit jeruk atau tidak.
  • Ada saran juga dari teman untuk menambahkan potongan bonggol dan kulit pisang batu ke dalam bahan POC yang diblender. Kata beliau, bonggol dan kulit pisang batu banyak mengandung unsur K (Kalium) untuk tanaman.

Lantas, beda MOL dengan POC apa? MOL hanya mengandung mikro organisme pengurai saja tanpa nutrisi, sedangkan POC sudah mengandung nutrisi karena sudah diurai oleh mikro organisme yang kita tambahkan.

Dari info teman saya yang sudah pernah mengaplikasikannya ke tanaman, hasilnya tanaman mereka memang menjadi lebih subur. POC ini dapat merangsang tumbuhnya bunga dan buah, dan juga menambah subur pembentukan cabang dan daun. Untuk kandungan detilnya, saya sendiri juga kurang tahu pasti, yang jelas kandungannya dapat menambah pasokan nutrisi media tanaman :P

Prinsip zero waste ini bertujuan untuk mengurangi limbah dapur kita sendiri agar lebih ramah lingkungan. Dengan membuat POC ini, kepala dan kulit udang kita jadi tidak terbuang sia-sia, semuanya termanfaatkan menjadi pupuk yang lebih bernilai guna. Selain itu, kita juga bisa menghemat pengeluaran untuk membeli pupuk. Selamat mencoba!

Update 4 Juli 2012

Setelah 2 hari diperam, warna POCnya jadi lebih oranye hasil dari fermentasi :)

POC kepala udang setelah 2 hari diperam

NB: postingan ini akan diupdate terus untuk melihat perkembangan pemakaian POC pada tanaman.

advertisement

10 komentar

  1. setiap kali ada tulisan ttg kebun saya ke sini nih, apalagi ada networkedblogsnya jadi lebih mudah terpantau :). Makasih ya mbak Evyta. Sangat bermanfaat.

    • Evyta Ar /

      makasih mbak Enggar… iyah lebih mudah ya terupdatenya. saya juga sering ke travgeeknya mbak dan partner, suka baca-baca hehe…. semoga bermanfaat buat di rumah ya. Yuk coba terus :)

  2. Mau coba ah…,ternyata step by stepnya lengkap disini.makasih mbak…

    • Evyta Ar /

      he.. ini saya rangkum dari grup SHK juga kok pak Rohmad… punya saya belum bisa dipanen, masih nunggu seminggu lagi kayaknya. moga bermanfaat ya. sama-sama.

  3. iskandar /

    Thanls, bisa diterapkan di pekarangan wilayah pesisir pantai

  4. warsikin /

    Mbak evita yg baik
    Saya tertarik skali dgn info diwevsit ini.
    Saya butuh panduan dalam pmbuatan poc berbahan limbah ikan sgar/ikan asin, sya dgn snang hati bila dpat mndapatkan cara pmbuatan poc ini. Semoga tuhan selalu memberkati mbak evita.
    Tempat tinggal saya basis pmbuatan ikan sungai..dirohil…mkasih…

    • Evyta Ar /

      caranya hampir sama pak, bisa dibaca di sini untuk limbah ikan http://dkwek.com/1168/membuat-pupuk-organik-cair-poc-dari-isi-perut-ikan/

      POC lain yang lebih bagus kandungannya itu ada FAA (Fish Amino Acid). Kebetulan postingannya belum saya publish. Cara membuatnya:

      Ikan segar (kalau bisa ikan laut, tapi ikan sungai pun tak apa) dicampur dengan gula merah. Perbandingan 1:1 (1 kg bahan ikan: 1 kg gula merah), lalu tutup, fermentasikan selama 1 bulan. saring. penggunaan 1:1000 (dalam ml air). Bagian ikan yang dimasukkan bisa semuanya termasuk daging, tulang/duri, kepala, dan isi perut. Kandungan asam aminonya sangat bagus untuk tanaman fase vegetatif. Kaya NPK.

      Khusus untuk usus ikan sungai, bisa dibuat mol usus yang mengandung bakteri bagus untuk pertumbuhan. Cara membuatnya: usus ikan 100 gram, air kelapa 1 liter, 1/2 kg gula merah dicampur jadi satu. Fermentasi selama 2 minggu. Pemakaian bisa dicampurkan ke FAA, bisa juga untuk perendaman benih.

  5. Mbak, apakah ada cara alternatif untuk menghancurkan kulit udang klo ga punya blender? Misalnya dgn cara ditumbuk menggunakan cowet/ ulekan.

    • Evyta Ar /

      boleh aja kok pake cara apa aja, yang penting hancur. gunanya supaya proses fermentasi lebih cepat.

      • Makasih sis mbak ats sarannya. oh iya, sekedar crita dlu nih, kmrn istri sy mw bkin donat. Tapi trnyata adonannya gagal krn raginya trnyata udh ga bgus lg… nah kbetulan stelah baca2 di blog mbak ttg pengolahan zero waste, akhirnya sy simpan aja tuh adonan bwt dibkin PO :) saat ini sy udh nyimpen bahan dari kulit udang, adonan donat rusak sm sisa nasi goreng (hehehe, niat bgt) :D Masing2 sy pisahkan wadahnya… Nnti klo udh jadi PO nya sy share deh :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>